Pintaku.....

"Ya Allah aku punya pinta, jika ada yang telah berbuat tidak baik padaku. Kumohon jagalah diriku dengan baik...agar aku tidak membalas perbuatan yang telah dilakukannya. Sebab jika kulakukan artinya aku menyamai keburukan yang telah ia lakukan"

untuk hal yang baru keketahui hari ini....hmmm ternyata selama ini hanya dipermainkan ayam sayur. Oups...!

                            

Tes Grafis Tidak Dipakai Lagi?

Info....
-------------------------------------------------------------------------------------------
Tes Grafis Tidak Dipakai Lagi?
Last Updated Wednesday, 07 November 2007
Sarlito: Tes-tes grafis di Eropa dan AS dan Australia sudah tidak dipakai lagi.
Lukman: Tolong diberikan latar belakangnya mengapa tes grafis sudah tidak dipakai lagi supaya kita juga bisa memakluminya atau bisa ikut memikirkan
mengapa tidak dipakai lagi.
Sarlito: Latar belakangnya adalah bahwa teori proyeksi yang mendasari tes grafis sudah tidak diterima lagi, karena dianggap tidak ilmiah dan sangat cultural bound. Mengapa kalau DAMnya menengok ke kanan = extrovert, kalau ke kiri= introvert? Mengapa kalau banyak kancingnya = dependent, dan kalau transparan = childish atau IQ-nya jongkok?. Siapa bilang pohon = id, orang = ego dan rumah = super ego (dalam HTP)? Kata siapa Wartegg gambar sekian-sekian =maskulin, gambar sekian, sekian = feminin? Penelitian-penelitian empirik tentang tes grafis tidak ada lagi dalam jurnal-jurnalsejak 15-20 tahun yang lalu. Pokoknya hampir punah.Tetapi tes proyeksi sejenis Rorschach atau TAT masih dipakai. Bahkan McClleland menggunakan TAT untuk mengasses social motivation. Sisanya, semua sekarang pakai inventory: Sikap, value, agresivitas, emosi, locus of control, self image, assertiveness dll. Inventory dianggap lebih obyektif dan bisa dibuktikan validitas dan reliabilitasnya dan semua psikolog yang pernah lulus MKT (Metode Konstruksi Tes) seharusnya bisa membuat tes sendiri (tidak usah tergantung pada yang sudah sejak jaman kuno).
Monty: Saya belum memperoleh kepastian akan ketentuan terminasi penggunaan tes grafis - masih ada berbagai pertimbangan - dan mungkin sebagian orang meragukan kesahihannya, sebagian lagi menganggap tergantung pada keterampilan cliniciannya,
ada juga anggapan yang terkait dengan masalah psikologis yang hendak dikaji, sementar sebagian lain menganggap tes-tes tersebut tetap efektif untuk mendeteksi gangguan psikologis tertentu. Ada baiknya kita coba mengkaji kutipan-kutipan artikel ini - semua dari periode 2000-2002 (yang 2003 belum sempat saya peroleh, jadi kalau ketentuannya baru mulai di 2003 saya juga belum tahu).Setuju dengan Pak Sarlito, bahwa seharusnya tiap universitas bisa mengembangkan evaluasi psikologi sendiri - selama ini kita terlalu bergantung pada kajian universitas di luar negeri yang datanya juga berdasarkan sample di luar negeri - yang walaupun dikaji kuantitatif tetap saja ada masalah perbedaan budaya. Pengembangan perangkat evaluasi psikologi di US juga beragam bentuknya, ada yang dari Stanford
(SB), ada yang dari Minesotta (MMPI) dll. Kita sementara ini bergantung pada mereka, padahal budaya kita sama sekali berbeda. Mungkin suatu saat nanti perangkat kita yang mereka adaptasi. Yang jelas kajian transpersonal psikologi yang
dipelopori oleh Maslow sesungguhnya dilandasi psikologi timur, tetapi kita sendiri tidak mengembangkan psikologi timur - baru sebagai bahan tambahan kuliah saja. Gustav Jung, Lawrence Kubie, menggunakan Mandala - padahal faham-faham
Mandala banyak diperoleh dalam psikologi timur.
Monty: Penelitian tentang Projective test masih berlangsung
hingga sekarang, tetapi memang validitasnya semakin diragukan. Sejumlah psikolog masih menggunakannya, akan tetapi divisi klinis APA sendiri tidak lagi menyertakan pelatihan tes proyeksi.Saya kira kita harus semakin waspada dengan test-test yang hingga saat ini masih kita gunakan, tidak hanya test proyeksi, tetapi berbagai test lainnya pun mungkin harus dipertanyakan kembali validitas dan reliabilitasnya. Di negara asalnya sendiri perangkat ini terus menerus dikaji, dan beberapa di antaranya sudah di update, seperti MMPI II, WISC III dll (DAP:SPED memang beda dengan DAM yang kita kenal, DAP:SPED menggunakan skoring, bukan analisis kualitatif). Sementara di negara kita ini yang cenderung hanya mengadaptasi, justru tidak melakukan kajian ulang, mengupdate dll; dan masih demikian bergantung
pada test-test yang sesungguhnya sudah "out of date".Saya kira program pendidikan di psikologi pun harus disesuaikan kembali dengan perkembangan pendidikan di dunia psikologi dengan standar internasional. Masalahnya, tidak terlalu
mudah juga bagi penyelenggara pendidikan (khususnya swasta) untuk menyesuaikan program pendidikannya dengan standar yang berbeda dengan standar nasional yang sudah ditetapkan oleh konsorsium (bagi PTN masalah ini lebih mudah diatasi). Mungkin HIMPSI lah yang harus memperjuangkan standar pendidikan psikologi dengan bekerjasama dengan instansi pendidikannya dengan kekhasan lembaga pendidikan masing-masing.Wati: Saya pribadi terkejut kalau tes grafis di-terminasi di luar negeri, kapan ya ? Banyak hal tak terduga dapat dilihat dari test ini, terutama yang kerja di klinis. Karenanya saya setuju sekali dengan usulan Pak Sarlito untuk bikin penelitian (kecil dulu) di tempat kerja berdasar data klien yang ada. Kita kumpulkan, dan semoga didapat kriteria yang cocok dengan tempat kita berada, syukur berguna bagi lainnya di dunia ini. Juga usulan Monty buat bikin evaluasi psikologi sendiri khas Indonesia...gitu Monty? Aku dukung sepenuhnya, mulai kerja kita sekarang untuk test grafis ya.
Bayu: Selama saya praktek dan dalam beberapa hal saya masih menggunakan tes proyeksi seperti DAM, BAUM, HTP. Semua tergantung dari kemahiran kita untuk
interpretasi, lagi pula tes tersebut kan tidak berdiri sendiri, bisa di check dengan tes lainnya maupun interview mendalam. Berdasarkan pengalaman, interpretasi grafis banyak benarnya, tidak hanya sekedar melihat kancing baju
dan posisi kepala.
Sarlito: Masalahnya, dalam ilmu tidak cukup dengan pengalaman. Harus dengan penelitian. Hasilnya dimasukkan jurnal, sehingga bisa diteliti oleh orang lain. Kalau ternyata banyak penelitian yang mendukung, baru bisa dijadikan acuan.Dalam ilmu (termasuk psikologi), kemahiran harus bisa diajarkan dan dikembangkan berdasarkan suatu standar yang terukur. Kalau tidak sama saja dengan klenik, nujum, hong sui atau orang "pintar" lainnya.
Monty: Saya kirahingga sekarang sebetulnya belum ada pernyataan khusus bahwa test tersebut diterminasi penggunaannya. Ada
sekelompok professionals yang masih menggunakan test tersebut dan mereka memang mampu mempertahankan kesahihannya. Hanya memang divisi 12 APA menterminasi program pendidikan / pelatihan untuk alat-alat test tersebut;
mau mempelajarinya boleh saja, mau mengembangkan boleh saja. Buktinya DAM diterminasi pendidikannya, tetapi ada DAP:SPED yang merupakan pengembangan lebih lanjut dengan landasan yang hampir sama hanya akurasinya
ditingkatkan. Mengingat pengaruh budaya demikian besar perannya bagi perkembangan kepribadian seseorang, saya pikir tidak ada salahnya institusi psikologi di lingkungannya masing-masing mengembangkan perangkat evaluasi
psikologis yang disesuaikan dengan budaya setempat. Kelak hasilnya bisa dikaji kembali (tentu dikoordinir oleh Himpsi) untuk menjadi perangkat evaluasi psikologi Indonesia (mungkin suatu saat diadaptasi olhe LN). Sebuah idealisme, tetapi
harus ditindaklanjuti jika ingin dunia psikologi kita maju.Sarlito: Wati, tidak dipakai lagi tidak berarti diterminasi seperti pemerintah Orde Baru membreidel TEMPO. Dalam hal tes grafis, para psikolognya sedikit demi sedikit memang tidak memakai lagi tes grafis sebagai tes proyeksi, karena teorinya sudah dianggap kuno (sekarang sedang eranya Kognitif), dan juga tidak ada hasil-hasil penelitian yang menunjang validitasnya. Bahwa masih ada yang senang memakainya, tentu saja demikian. Tetapi jumlah mereka makin sedikit. Di University of Queensland (saya baru kembali dari sana),bagian psi. klinisnya bahkan sama sekali tidak menggunakan tes grafis lagi. Kalau pun ada rekan-rekan psikolog Indonesia yang merasa bahwa tes itu masih valid, ya silakan saja. Tetapi sekali-sekali ujilah validitas itu dengan penelitian yang baku. Jangan-jangan karena sudah keenakan (kebiasaan) memakai tes itu, rasanya sudah paling valid saja, pada hal di luar sudah bertumbuhan tes-tes baru yang jauh lebih valid.By the way, kalau ada yang mengatakan bahwa dokter tidak apa-apa kalau diambil stetoskopnya, itu tidak benar, karena tanpa stetoskop dan alat rontgen, dia tidak bisa berbuat banyak se perti kalau ia memakai alat-alat itu. Sebaliknya, psikolog sebetulnya tidak apa-apa juga kalau alat tesnya diambil, karena ia bisa pakai alat yang lain, atau buat alat sendiri. (Mei, 2003)

Sarlito Wirawan Sarwono, Psikolog ~ Indonesian Psychologist
http://sarlito.hyperphp.com Powered by Joomla! Generated: 31 August, 2008, 05:07

Lagu untuk Bunda

Duhai Ibunda...
dengarkan do'a
Putrimu yang kini jauh dari sisimu
Tunaikan pesan
Genggam harapan
Ukir senyum bahagia diwajah Ibunda
kesabaranmu...
Asuh imanku
Lembut tuturmu bagai udara jiwaku
airmatamu...
Biaskan rindu
Sujudmu penuh lautan doa untukku
    Atas hari yang lelah
    Lelap malam kau terjaga untukku
    kau ibu...
Kasih Allah semoga tercurah untukmu
Tuk pengabdian yang kau persembahkan slalu
Didik diriku tuk pahami nilai keikhlasan.....

*lagu yang biasanya dinyanyikan kalau sedang bersemangat :D very touching ...
kalau ga semangat bagaimana? wah itu rahasia dong....

Semangat Untukku

Senantiasa bertanya "Ya Allah, apakah ini yang paling baik untukku?"
Akhirnya nemu blog yang isinya begini:

Keep Smile ^_^

Oleh: Ary Nur Azizah

Bila kondisi hari ini masih seperti kemarin di mana harapan belum menjelma menjadi nyata. Tetaplah tersenyum. Bukan berarti Allah mengabaikan doa-doa kita. Kita tahu, Allah adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan doa-doa hamba-Nya.   

?Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya? ? (QS Al mu'min:60).
 
 
Tak ada yang dapat meragukan janji-Nya. Doa kepada-Nya ibarat sebuah investasi. Tak akan pernah membuat investornya merugi. Karena penjaminnya adalah Dzat Yang Maha Pemurah, Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dzat Yang Maha Welas Asih itu, tak akan pernah ingkar janji. Tidak akan sia-sia munajat yang kita mohonkan pada-Nya, baik di waktu siang apalagi di sepertiga malam. Ketika lebih banyak makhluk-Nya pulas, dalam dekapan dinginnya malam dan hangatnya selimut tebal.
 
 
Bila belum ada perubahan berarti tentang rencana-rencana kita, tetaplah tersenyum. Allah lebih mengetahui apa-apa yang baik untuk kita. Yakinlah, bahwa:
 

Sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah pasti akan datang, maka janganlah kalian minta untuk disegerakan. ? (QS An Nahl:1).  


Allah Maha Mengetahui kapan sesuatu pas untuk kita, baik dalam sisi timing maupun momentnya. Allah, Pencipta alam raya ini, adalah sutradara hebat, yang tidak akan membiarkan kita terpuruk dalam keburukan. Selama kita yakin akan kekuasaan-Nya, yakin akan kasih sayang-Nya.   
 

Jika semua serasa mandeg, tak ada kemajuan berarti. Tetaplah juga tersenyum. Allah punya cara sendiri untuk membuat kita senantiasa dekat dengan-Nya. Mungkin, semua ini dibuat-Nya untuk kita agar kita senantiasa hanyut dalam sujud-sujud panjang di penghujung malam. Senantiasa larut dalam tangis penuh harap, dalam buaian doa-doa panjang nan khuyuk.   

 

Semua tak akan tersia-sia begitu saja. Allah, mencatat setiap upaya yang kita lakukan dan doa yang kita panjatkan. Segala sesuatu yang kita perbuat, sekecil apa pun itu, akan menuai balasan di sisi-Nya kelak. Niatkan semuanya hanya untuk meraih ridha-Nya, agar perjuangan hebat ini tak hanya bermakna sementara. InsyaAllah kita akan memetik buahnya kelak, di waktu yang telah Ia tentukan.   

 
Dunia ini fana. Tak ada yang kekal didalamnya. Pun perjuangan ini, pengorbanan ini, juga kesulitan ini. InsyaAllah, suatu hari nanti, harapan akan berbuah kebahagiaan. Akan menjelma menjadi kemudahan. Karena, sekali lagi, Allah telah menjamin:
 
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.? (QS Al Insyirah: 5-6)
 
Allah pasti akan memberikan kemenangan atau mengadakan keputusan yang lain dari sisi-Nya.? (QS Al Maidah:52)
   
Tetaplah berbaik sangka kepada-Nya. Tetaplah berharap sepenuh hati kepada-Nya. Tetaplah gantungkan asa setinggi apa pun itu, hanya kepada-Nya. Sekali lagi, hanya kepada-Nya.
 

   

Sesungguhnya, rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.? (QS Al A'raf: 56)
 
Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.? (QS Yusuf: 87).
 
Dan, jika akhirnya harapan tidak menjelma seperti yang kita idamkan, tetaplah terus berbaik sangka kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui. Karena,
 
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.? (QS Al Baqarah: 216).
 
Teruslah berjuang. Demi sebuah azzam  yang dipancangkan untuk meraih ridho Ilahi Robbi.
 

Kalau sudah besar aku ingin menjadi seorang IBU

Kalau sudah besar ingin jadi apa?

“kikunatara okasan ni naritai” (aku ingin menjadi seorang ibu)

Jawab mereka (anak-anak perempuan di Jepang).

Jawaban yang hampir tidak didapatkan dari anak-anak perempuan kita di Indonesia, negeri dimana RA. Kartini dilahirkan. Bahkan dalam kumpulan suratnya yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” beliau menuliskan hal ini secara jelas. Mari kita simak.

Kami di sini meminta, ya memohonkan, meminta dengan sangatnya supaya diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukanlah sekali-kali karena kami hendak menjadikan anak-anak perempuan itu saingan orang laki-laki dalam perjuangan hidup ini, melainkan karena kami, oleh sebab sangat yakin akan besar pengaruh yang mungkin datang dari kaum perempuan-hendak menjadikan perempuan itu lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan oleh Alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu-pendidik manusia yang pertama-tama. (4 Oktober 1902 Kepada Tn Anton dan Nyonya. Habis Gelap Terbitlah Terang terjemahan Armijn Pane. PN Balai Pustaka 1985)

Rilis Kementerian Kesehatan-Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang tanggal 17 Maret lalu mengungkap 61% ibu muda Jepang keluar dari pekerjaannya menjelang kelahiran anak pertamanya untuk membesarkan buah hatinya. Survey diatas melibatkan 21.879 ibu muda yang melahirkan antara bulan Januari 10-17 tahun 2001, dibagi dalam 4 periode. Setahun sebelum melahirkan, saat melahirkan, enam bulan setelah melahirkan dan 18 bulan setelah melahirkan. Didapatkan 73% dari jumlah responden mempunyai pekerjaan diluar rumah sebelum melahirkan anak pertama. 53% keluar dari tempatnya bekerja sesaat sebelum melahirkan dan tidak kembali bekerja lagi. Ditambah dengan yang keluar dari pekerjaannya setelah melahirkan, jumlah seluruhnya menunjukkan 61% ibu muda Jepang meninggalkan pekerjaannya diluar rumah setelah melahirkan anak pertama.

Dari masa ke masa grafik pekerja wanita-usia menikah 27 tahun-Jepang yang keluar dari lapangan kerja terus meningkat. Kemudian di usia 40 tahun keatas grafik wanita memasuki lapangan kerja mulai meninggi lagi. Hal ini dikaitkan dengan adanya kelahiran dan masa membesarkan anak -anak oleh ibu-ibu Jepang.@Tahun fiskal 2003 mencatat jumlah seluruh angkatan kerja wanita di Jepang sebanyak 25.5 juta yang 41. 4 %(9.3 juta) adalah pekerja wanita paruh waktu, bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu. Dan dari seluruh total lapangan kerja paruh waktu, 77.4 persen diduduki oleh tenaga kerja wanita-Japan A Pocket Guide 2004, Foreign Press Centre Japan-.

Sejak berakhirnya PD II sekaligus yang meruntuhkan pemerintahan feodal kekaisaran Jepang, pendidikan rakyat Jepang untuk pria dan wanita dalam sain publik dan sain domestik terus melaju dan berimbang. Tahun 2002, 97.5% wanita Jepang tamat pendidikan smu. Dibanding yang pria, wanita Jepang setelah lulus smu lebih banyak yang melanjutkan ketingkat pendidikan yang lebih tinggi ke kolese junior dan perguruan tinggi, 48.8%.

Kebebasan memilih bagi wanita Jepang adalah, profesionalisme. Peran ganda sebagai ibu, terutama ibu anak balita sekaligus wanita pekerja. Dianggap sebagai chuto hanpa-peran tanggung, tidak populer di Jepang. Menjadi ibu manusia Jepang atau tidak sama sekali. Hak dan kewajiban masing-masing dilindungi oleh undang-undang. Sarana dan prasarana yang diberikan oleh pemerintah sama-sama besar dan mendukung kesuksesan masing-masing karir yang diemban.

Bagi wanita pekerja Jepang-wanita tidak menikah/menikah tidak melahirkan anak -, bisa mencapai jabatan yang setinggi-tingginya apabila dia sanggup dan mampu. Astronot wanita Asia pertama, bahkan mungkin yang pertama pula di dunia, terbang dua kali dengan NASA, space-shuttle Columbia-Juli 1994 dan Discovery-Nov 98, adalah wanita Jepang, Dr. Chiaki Mukai. Menlu sekaligus Deputi Perdana Menteri dari negara super economic power sekaligus bangsa tersejahtera di dunia serta memiliki harapan hidup terlama, dan sedang berjuang meningkatkan peranan Jepang di Dewan Keamanan PBB, adalah seorang wanita, Yoriko Kawaguchi.

Bagi wanita Jepang yang memilih melahirkan anak. Secara ilmiah maupun dalam tradisi Jepang, mitsu no tamashi (masa-masa emas meletakkan pendidikan dasar dalam usia tiga tahun pertama masa perkembangan pesat otak seorang anak), adalah penyebab utama ibu muda Jepang berpendidikan meninggalkan lapangan kerja melaksanakan ikuji (meletakkan dasar pendidikan berperilaku sejak dini kepada anak-anaknya).

Agar para ibu muda Jepang tidak perlu membantu mencari tambahan nafkah keluarga. Pemerintah Jepang menyediakan permukiman sewa layak untuk para keluarga muda, sejak dari jaman masih dinding terbuat dari papan hingga kini beton bertingkat tahan gempa dengan fasum&fasos yang semakin maju seperti tehnologi informasi. Tanpa didorong-dorong namun dengan daya tarik berupa sistim keamanan sosial, sarana&prasarana serta pengetahuan yang semakin baik. Secara alamiah nilai keibuan yang dimiliki sebagian besar wanita Jepang bisa berkembangan menumbuh-kembangkan anak-anak beserta lingkungan. Tak heran jika anak-anak di Jepang, pria dan wanita, sangat sayang dan mengagumi ibu-ibunya. Sebagai jelmaan Dewi Amaterasu yang dipuja oleh bangsa Jepang.

Pentingnya pendidikan sejak dini itupun telah disinggung dalam surat Kartini, dalam haribaan ibu itulah anak belajar merasa, berpikir, berkata-kata. (Awal tahun 1900 kepada Nyonya Ovink Soer). Namun yang terjadi, anak Indonesia dari golongan ibu berpendidikan malah berada dalam haribaan para pembantu rumah tangga dan babysitter.

Diplomasi Jepang di luar Jepang tentang peranan wanita Jepang sebagai senggyo syuhu “Ibu rumah tangga profesional” dan kyoiku mama “ibu pendidikan, memang nyaris tidak terdengar. Namun dalam aplikasinya di kehidupan sehari-hari sangat gencar dan berkelanjutan.

Tentang wanita (baca: ibu) yang bekerja di luar rumah telah menjadi agenda utama pemutus kebijakan wanita Indonesia sejak berdirinya Meneg Urusan Peranan Wanita. Namun hak-hak para ibu Indonesia untuk dapat melaksanakan kewajibanya melaksanakan fitrah keibuannya sebagai ibu manusia Indonesia belum pernah digaungkan.

Dalam upaya bangkit dari keterpurukan saat ini, dengan melihat keberhasilan pembangunan manusia Jepang oleh para ibu Jepang. Ternyata, sangat relevan mewujudkan segera cita-cita Pahlawan Nasional Ibu Kartini. Yang sejalan juga dengan UU Pernikahan RI 1974, UU Perlindungan Anak Thn 2002 bahkan seirama dengan hati nurani kaum ibu Indonesia.

Alangkah lebih baik jika para caleg wanita terpilih yang masih tebal naluri keibuannya. Segera menengok pendidikan anak sejak dini oleh ibu pendidikan Jepang dari dalam kawasan huni sewa tempat tinggal mereka. Tanpa mewujudkan cita-cita Kartini, cita-cita seluruh ibu Indonesia, berapapun anggaran pendidikan akan dinaikkan oleh pemerintahan yang akan datang. Dalam sekejap akan segera diketahui hasilnya, adalah kegagalan dan kegagalan lagi di segala bidang.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Cerita diatas diambil dari sebuah blog. sayangnya lupa copy paste euy....maaf ya...bukannya mo kriminal. ceritanya bagus..sampai lupa mencantumkan sumbernya.


Sebuah Idelaisme bisakah bertahan

Dalam pengertian pribadiku, idealisme aku maknai sebagai sebuah poin-poin penting yang menjadi "alarm"
bagiku ketika melangkahkan kakiku, menapaki jalan-jalan kehidupanku pada garis yang telah ditentukan Sang Maha Kuasa. Bagiku, ada warna merah, kuning dan hijau dalam setiap poin-poin itu. Aku menamakannya sebagai visi, tujuan, prinsip dan nilai-nilai hidupku. Sengaja, poin-poin itu aku tuliskan pada lembar pertama diaryku. Sengaja pula, aku sering membacanya. Memaksa membacanya, tepatnya. Mungkin, bukan hanya sekedar membaca tapi juga memahami untaian kata-kata hasil kreatif pikiranku sendiri.
Dulu, saat pertama kali aku menuliskannya, dan hingga kini, aku berusaha memberikan keyakinan pada diriku sendiri, poin-poin penting itu adalah “alarm penting” bagiku. Namun, saat ini, setelah percakapanku dengan teman SMU dan rekan kerjaku, ada pertanyaan "nakal" yang muncul di pikiranku: apakah suatu saat, karena sesuatu hal, poin-poin itu hanya akan menjadi sekedar tulisan dalam lembar-lembar pertama diaryku?

-----------------------------------------------------------------
Ngutip dari blog orang lain. http://www.sekolahkehidupan.com
Kontribusi dari Febty Febriani

Apakah suatu saat, karena sesuatu hal, poin-poin itu hanya akan menjadi sekedar tulisan.....????

Alasan kenapa aku harus menulis

“Tahu mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari…” (Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia, 1980)

22 Tanda Iman Rezki Sedang Lemah

dakwatuna.com - Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang
lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini.
Tanda-tanda tersebut adalah:

1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah!
Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi
kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan
hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan
perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.

Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, "Setiap umatku mendapatkan
perindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan,
sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan jika seseirang melakukan
suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari
padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, 'Hai fulan, tadi
malam aku telah berbuat begini dan begini,' padahal sebelum itu Rabb-nya
telah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah
ditutupi Allah dari dirinya." (Bukhari, 10/486)

Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam
keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan
beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam
keadaan beriman." (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor
86)

2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai
menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan
memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan
menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke
dalam ayat ini, "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu,
bahkan lebih keras lagi." (Al-Baqarah: 74)

3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam shalat.
Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur'an. Melamun dalam doa. Semua
dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan saja.
Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh. Ketahuilah!
Rasulullah saw. berkata, "Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai
dan main-main." (Tirmidzi, hadits nomor 3479)

4. Ketika Anda terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah.
Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu.
Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis.
Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada.
Menunda-nunda pergi shalat Jum'at dan lebih suka barisan shalat yang
paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling
belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda,
"Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda mengikuti shaff
pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka di dalam neraka."
(Abu Daud, hadits nomor 679)

Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang
munafik. "Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri
dengan malas."

Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah
rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke
masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat dhuha
dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa
Ramadhan.

5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai
berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Suka
memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah
saw. berkata, "Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati."
(As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)

6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur'an. Tidak
bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut dengan
ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat perintah. Biasa
saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan neraka. Hati-hatilah,
jika Anda merasa bosan dan malas untuk mendengarkan atau membaca
Al-Qur'an. Jangan sampai Anda membuka mushhaf, tapi di saat yang sama
melalaikan isinya.

Ketahuilah, Allah swt. berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman
ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan
apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya),
dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. " (Al-Anfal:2)

7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa
kepada-Nya. Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang paling
berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula Anda
menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini telah
menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang munafik
dengan firman-Nya, "Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali hanya
sedikit sekali." (An-Nisa:142)

8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata kepala
sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah. Ghirah Anda
padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan nahyi munkar.
Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.

Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, "Apabila dosa dikerjakan di bumi,
maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya -dan kadang beliau
mengucapkan: mengingkarinya- , maka dia seperti orang yang tidak
menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha
terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang
yang menyaksikannya. " (Abu Daud, hadits nomor 4345).

Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, "Barangsiapa di antara kalian yang
melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan
tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup,
maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman." (Bukhari,
hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)

9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet
tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab.
Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk
mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan
orang. Narsis banget!

Allah berfirman, "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia
(karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri." (Luqman:18)

Nabi saw. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji
orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, "Sungguh engkau
telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya. " (Bukhari, hadits
nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)

Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, "Sesungguhnya kamu sekalian
akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan
penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan
alangkah buruknya yang terakhir." (Bukhari, nomor 6729)

"Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang
kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela,
keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hati kiamat,
kecuali orang yang adil." (Shahihul Jami, 1420).

Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda
Rasulullah saw. yang berbunyi, "Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau
enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan 'Laa ilaaha
illallah', dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang
mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari
keimanan." (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)

"Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?" tanya Rasulullah saw.
Para sahabat menjawab, "Ya." Rasulullah saw. bersabda, "Yaitu setiap
orang yang kasar, angkuh, dan sombong." (Bukhari, hadits 4537, dan
Muslim, hadits nomor 5092)

10. Ketika Anda bakhil dan kikir. Ingatlah perkataan Rasulullah saw.
ini, "Sifat kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba
selama-lamanya. " (Shahihul Jami', 2678)

11. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat. Ingat, Allah
swt. benci dengan perbuatan seperti itu. "Hai orang-orang yang beriman,
mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar
kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada kamu
perbuat." (Ash-Shaff:2- 3)

Apakah Anda lupa dengan definisi iman? Iman itu adalah membenarkan
dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan.
Jadi, harus konsisten.

12. Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama muslim
mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang lebih unggul
dari Anda dalam beberapa hal.

Ingatlah! Kata Rasulullah saw, "Tidak ada iri yang dibenarkan kecuali
terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harga, ia
menghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang Allah berikan
ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang
lain." (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor 1352)

Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., "Orang Islam yang manakah
yang paling baik?" Rasulullah saw. menjawab, "Orang yang muslimin lain
selamat dari lisan dan tangannya." (Bukhari, hadits nomor 9 dan Muslim,
hadits nomor 57)

13. Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau
melihat dari sisi makruh apa tidak. Akibatnya, Anda akan enteng
melakukan hal-hal yang syubhat dan dimakruhkan agama. Hati-hatilah!
Sebab, Rasulullah saw. pernah bersabda, "Barangsiapa yang berada dalam
syubhat, berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang
menggembalakan ternaknya di sekitar tanaman yang dilindungi yang dapat
begitu mudah untuk merumput di dalamnya." (Muslim, hadits nomor 1599)

Iman Anda pasti dalam keadaan lemah, jika Anda mengatakan, "Gak apa. Ini
kan cuma dosa kecil. Gak seperti dia yang melakukan dosa besar.
Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!" Jika sudah seperti ini, suatu
ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar melakukan
kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem lagi.

14. Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan
kebaikan-kebaikan kecil. Ini pesan Rasulullah saw., "Jangan sekali-kali
kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau menuangkan air di
embermu ke dalam bejana seseorang yang hendak menimba air, dan meski
engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan wajahmu tampak berseri-seri
kepadanya." (Silsilah Shahihah, nomor 1352)

Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele!
Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang menyingkirkan gangguan dari
jalan orang-orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya, dan
barangsiapa yang diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan masuk
surga." (Bukhari, hadits nomor 593)

15. Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak
mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa
bagi keselamatan mereka pun tidak mau. Padahal seharusnya seorang mukmin
seperti hadits Rasulullah ini, "Sesungguhnya orang mukmin dari sebagian
orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan kepala dari
bagian badan. Orang mukmin itu akan menderita karena keadaan orang-orang
yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut menderita karena keadaan
di kepala." (Silsilah Shahihah, nomor 1137)

16. Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda. "Tidak
selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karean Allah Azza wa
Jalla atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh permulaan dosa
yang dilakukan salah seorang di antara keduanya," begitu sabda
Rasulullah saw. (Bukhari, hadits nomor 401)

17. Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal demi
kepentingan Islam. Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah ini.
Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para ulama.
Padahal, Allah swt. berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jadilah
kalian penolong-penolong (agama) Allah." (Ash-Shaff:14)

18. Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat
problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati
tegar. Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin lari
dari kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. "Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah
beriman, sedang mereka belum diuji." (Al-Ankabut: 2)

Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil.
"Alangkah menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh
perkaranya adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang
beriman, yaitu jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan itu
menjadi kebaikan baginya; dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun
bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan baginya." (Muslim)

19. Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat. Padahal,
perbuatan itu bisa membuat hati Anda keras dan kaku. "Tidaklah
segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka
berada pada petunjuk itu, kecuali jika mereka suka berbantah-bantahan. "
(Shahihul Jami', nomor 5633)

20. Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan
urusan dunia, dan merasa tenang dengan dunia. Orientasi Anda tidak lagi
kepada kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita. Ingatlah,
"Dunia itu penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah surga bagi
orang kafir." (Muslim)

21. Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang digunakan
orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam hatinya. Sehingga,
tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal itu dalam ucapan
Anda.

Bukankah Allah swt. telah berfirman, "Dan katakanlah kepada
hamba-hamba- Ku: 'Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik
(benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara
mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia'."
(Al-Israa':53)

Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman. "Dan apabila
mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling
daripadanya dan mereka berkata: 'Bagi kami amal-amal kami dan bagimu
amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan
orang-orang jahil.'" (Al-Qashash: 55)

Nabi saw. bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,
hendaklah berkata yang baik atau diam." (Bukhari dan Muslim)

22. Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum, berpakaian,
bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada kemewahan yang tidak
perlu. Sementara, begitu banyak orang di sekeliling Anda sangat
membutuhkan sedikit harta untuk menyambung hidup.

Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, "Hai anak Adam, pakailah
pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah,
dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan. " (Al-A'raf:31) . Bahkan, Allah swt.
menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan. Karena
itu Allah memerintahkan kita untuk, "Dan berikanlah kepada
keluarga-keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan
orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburka n
(hartamu) secara boros." (Al-Isra':26)

Kado Terbaik di hari yang baik :)

Umur manusia yang sebenarnya adalah detik-detik kehidupannya bersama Allah. Ketaatan, kebajikan, dan ketakwaan akan bertambah dalam detik-detik tersebut.

Ketika seseorang berpaling dari Allah, maka dia tlah kehilangan hari-hari dari kehidupannya yang hakiki.

Ia baru akan merasakan akibatnya saat ia mengatakan “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan amal shaleh dalam hidupku ini”  (Ibnu Qoyyim)

‘Met merayakan hari lahir semoga panjang umur dan sehat selalu

(Teteh Diana)

Aslmlkm. Hari ini milad y. Semoga sisa umurnya berkah, semoga Allah terus memberi nikmat islam, nikmat sehat, n nikmat rizqi buat mbak. Amiin.

(OO)

Ass. Rezy selamat ulang tahun ya. Semoga sukses selalu. Kapan sidang? Skripsi sudah selesaikan?! Mama selalu berdoa untuk kamu, dimudahkan segala urusan/kesulitan, sehat, didekatkan jodoh pria sholeh, cakep, pinter, rejeki melimpah toyyib, dan sayang anak dan istri.

(Mama)

Aslm. Met milad ya teh…Ya Rabb..semoga Kau menjadikan kegigihannya seperti Shafiyyah, kecerdasannya semoga  seperti aisyah. Amin

(Umar = Mardiyati)

Kuharap Allah pegang anti erat-erat…

Malaikat-malaikat menjagamu ketat…

Tidak hanya membuatmu baik…

Tapi supaya anti dapat yang TERBAIK dalam hidupmu!

MET Milad!

(Vindhy)

Selamat ya Rezki..

Semoga tetap istiqomah…

Dimudahkan selalu dalam urusan yang dihadapi…

Semoga Rezki dan keluarga dalam perlindungan dan rahmat Allah selalu…

Semoga tercapai cita-citanya dan menemukan yang selama ini dicari…

Semoga dikaruniai yang terbaik, sabar dan ikhlas menerima ketetapan-Nya.

(Hary)

Hidup qta memang seperti nyala sebatang lilin yang dapat padam kapan saja, oleh karenanya manfaatkan waktu dengan sebaik2nya coz "kewajiban qta lebih banyak daripada waktu yang tersedia" (Asy-Syahid Hasan Al Banna).

Maknai kehidupan seperti matahari coz "kehidupan seorang mukmin ibarat matahari, terbenam di satu wilayah untuk terbit di wilayah lainnya. Dia selalu bersinar dan hidup dan tidak pernah terbenam selamanya" (M.Iqbal).

"1001 pena kehidupan telah kita torehkan. Saatnya mengevaluasi diri pada niat dan keikhlasan. Belajar dr keteguhan Hajar, kesabaran Ibrahim, dan keikhlasan Ismail" (Wahid Ari Anggara Purnama).

"Semoga hati qta dapat sebening embun yang begitu sejuk memberikan kesegaran dan rela menguap demi lingkungan sekitarnya. Semoga hati qta dapat seputih kapas yang ringan seakan tanpa beban dan dapat menjadi bantalan empuk bagi yg membutuhkan" (Miftahul Falah).

Selamat Ultah [Indo]

Selamat Hari Jadi [Malay]

Happy Birthday [English]

Sang Yat Fai Lok [Cantonese]

Zhu Ni Sheng Ri Kuai Le [Mandarin]

Joyeux Anniversaire [French]

Alles Gute zum Geburtstag [German]

Hau`oli la hanau [Hawaiian]

Buon Compleanno [Italian]

Otanjou-bi Omedeto Gozaimasu [Japanese]

Saeng Il Chuk Ha Ham Ni Da [Korean]

Fortuna Dies Natalis [Latin]

Feliz Aniversario [Portuguese]

Janam Din Diyan Wadhayian [Punjabi]

S dniom Razhdjenia [Russian]

Feliz Cumpleaos [Spanish]

Grattis P Fdelsedagen [Swedish]

San Leaz Quiet Lo [Taiwanese]

Suk San Wan Keut [Thai]

Droonkher Tashi Delek [Tibetan]

Dogum Gunun Kutlu Olsun [Turkish]

Chuc Mung Sinh Nhat [Vietnamese]

Ucapan met milad dg berbagai bahasa itu sy dapatkan dr dosen saya, seorang dosen Arsitektur Lanskap di IPB yang pernah juga menjadi dosen teladan, Pak Hadi Susilo Arifin

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
(Q.S.Al-Hujuraat:13)

Akhir kata, semoga segala dosa yg telah tertorehkan di masa lalu

kan

dihapus oleh-Nya dan masa2 berikut yg terbentang

kan

diberkahi, dirahmati, dan senantiasa dalam lindungan-Nya

Amiin...
(Miftahul)

.....Met milad ya, semoga umurnya barokah dan senantiasa dalam rahmat Allah SWT...kalo mo nraktir2 boleh juga, hehehe.......

(Aji Prihandono, Calon Gubernur Jakarta...Tahunnya masih menunggu konfirmasi)

...dilarang Chatting. Skripsi!!!

(Nia)

Time is money Rezki!!! Skripsi!!!

(Ika)

Kuharap Allah pegang anti erat-erat…Malaikat-malaikat menjagamu ketat…Tidak hanya membuatmu baik…Tapi supaya anti dapat yang TERBAIK....

Terimakasih atas kesediaannya menjadi malaikatku....

_Rezki_Azzahra_Maret 2008

Toko buku, Pahlawan-Bandung, samping Giant

kemarin baru main ke toko buku, ada buku yang ditunjukkin temen...

disampul depannya tertulis kata2 yang cukup berkesan:

"sebagian orang berharap menikah dengan orang yang dicintai, namun doaku berbeda semoga aku mencintai orang yang ku nikahi "

udah.....(eh penting ga sih nih blog :p)